Artikel

Tips Melamar Agar Tidak Modal Dengkul

 

Melamar pasangan menjadi salah satu momentum yang mendebarkan bagi laki-laki. Meski kadang ada keyakinan pasti akan diterima, namun perasaan deg-degan tetap saja tak bisa dihilangkan.

 

Lamaran atau pertunangan, merupakan satu jenjang menuju pernikahan. Dalam agama Islam, konsep tersebut dikenal dengan nama khitbah. Meski tidak sama persis, namun khitbah menjadi satu istilah yang paling mendekati dengan kata tunangan. Secara bahasa, khitbah berarti meminta, meminang atau melamar seorang perempuan untuk dijadikan seorang istri.

Dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI), khitbah adalah upaya menuju ke arah terjadinya hubungan perjodohan antara laki-laki dengan perempuan. Atau proses laki-laki dalam meminta perempuan untuk menjadi istrinya dengan menggunakan cara umum yang berlaku di tengah masyarakat.

Eits, tapi tunggu dulu. Sebelum sampai pada proses melamar, kamu harus memperhatikan beberapa hal. Jangan malas baca sampai akhir, ya!

Siapkan Cuan

Berani melamar dengan modal dengkul? Percayalah itu hanya hal konyol. Melamar pasangan butuh dana yang lumayan. Mustahil kita datang ke rumah pasangan dengan tangan hampa. Selain cincin, alangkah baiknya memberi hadiah kepada pasangan. So, jangan lupa menabung, dan jangan hidup boros ya.

Perhatikan Kondisi Pasangan yang Dilamar

Islam memperbolehkan khitbah atau lamaran karena tujuannya hanyalah sekadar mengetahui kerelaan dari pihak perempuan yang dipinang, sekaligus sebagai janji bahwa pihak laki-laki serius dan akan menikahi perempuan tersebut.

Saat melamar, kondisi pasangan harus diperhatikan. Itu merupakan syarat yang wajib dipenuhi dalam agama Islam. Yaitu pihak perempuan harus bukan mahram dari laki-laki yang dilamar. Kemudian, status perempuan tersebut tidak sedang dilamar oleh orang lain.

Libatkan Orang Tua

Meski dunia hanya milik kalian berdua, dan semua penghuninya hanya ngontrak, dalam proses lamaran sebaiknya tetap melibatkan orang tua. Restu orang tua adalah hal paling sakral di muka bumi dan langit. Percaya, kan?

Stop, statusnya masih : BUKAN MUHRIM

Khitbah atau lamaran, tidak termasuk dalam rangkaian pernikahan. Sehingga, meskipun sudah khitbah, tetap ada batasan-batasan yang harus diketahui oleh calon pengantin tersebut. Status keduanya, masih bukan muhrim. Meski telah khitbah, namun harus tetap saling menjaga berbagai perbuatan yang dilarang dan tetap menjaga jarak antara laki-laki dan perempuan.

Jangan Lama-Lama

Waktu dari proses khitbah hingga menikah dianjurkan untuk tidak terlalu panjang. Menyegerakan pernikahan akan bermanfaat untuk menjauhkan fitnah dan berbagai potensi perbuatan yang kurang baik.

Perempuan berhak memilih, ya.

Pihak perempuan memiliki hak untuk menolak ataupun menyetujui lamaran yang datang. Oleh karena itu, pada proses khitbah pihak perempuan harus ditanya dan ditunggu hingga ia memberikan jawabannya. Selain itu, tidak diperbolehkan memberi paksaan kepada pihak perempuan.

Islam tidak melarang pembatalan dari proses lamaran. Ini karena khitbah hanya merupakan proses menuju pernikahan saja dan bukan akad nikah. Meski begitu, diperlukan kehati-hatian jika hendak membatalkannya karena bisa menyakiti hati orang lain.

Jika pihak pria membatalkan khitbah, tidak dibenarkan untuk mengambil kembali pemberian yang berada dalam proses khitbah tersebut.

Itulah beberapa hal yang harus dipertimbangkan ketika akan melamar pasangan. Bagaimana? sudah siap beli cincin?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

× chat kami