menikah itu indah
Artikel

Alasan Logis Larangan Menikah di Bulan Sura

Jika pada bulan Haji kemarin banyak sekali temanmu yang menikah, maka pada bulan Sura ini cenderung tidak ada. Pada sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa, ada kepercayaan atau keyakinan yang menyebutkan bahwa menikah merupakan larangan di bulan Suro. Konon, bulan Sura atau bulan Muharram merupakan bulan yang tidak baik untuk menikah. Itu berbeda dengan bulan Haji yang justru dikenal sebagai bulan pernikahan.

Ada beberapa kepercayaan yang cenderung bersifat mitos maupun tradisi di masyarakat yang menjadikan bulan Sura sebagai waktu terlarang untuk menikah. Misalnya bulan Sura adalah waktu di mana Nyi Roro Kidul melangsungkan pernikahan. Atau mitos menikah di bulan Suro tidak akan langgeng. Meski demikian, ada juga alasan-alasan logis yang menyertainya. Apa saja ya? Simak ulasan berikut.

Refleksi Awal Tahun

berpisah dengan orang tua
foto: IG Oemah Manten

Sebagaimana tahun baru Masehi yang diawali dengan 1 Januari, Muharram atau Sura juga merupakan awal tahun Hijriyah dalam kalender Islam. Awal tahun adalah saat yang tepat untuk refleksi dan evaluasi. Seperti yang dilakukan pada awal tahun Masehi, Muharram juga waktu yang baik untuk membuat resolusi hidup, utamanya berkaitan dengan rencana-rencana yang berhubungan dengan kehidupan keagamaan atau ibadah.

Bulan Jeda

Budaya Sura di beberapa daerah di Indonesia dianggap sebagai bulan spiritual, sehingga waktunya untuk ibadah dan membersihkan diri dari sifat dan sikap yang buruk. Bulan Sura dipercaya juga sebagai bulan rehat dan refleksi renungan, jadi dihindari untuk membuat hajat yang berdampak pada pengeluaran keuangan terlalu banyak.

Faktor logisnya, dikatakan bahwa setiap orang perlu jeda, termasuk kondisi keuangan. Kalau terlalu banyak hajatan yang mengharuskan untuk menyumbang saat kondangan, maka hal itu akan membuat setiap orang terus-terusan mengejar uang dan membuat kondisi keuangan tidak baik.

Muharram adalah Bulan Anak Yatim

Muharam adalah bulan anak yatim. Muharam merupakan salah satu bulan suci dalam islam yang mempunyai keutamaan amalan didalamnya. Pada tanggal 10 Muharram juga biasa di sebut dengan Idul Yatama atau Lebaran Anak Yatim.

Jadi, meski menikah juga merupakan ibadah, namun menyantuni anak yatim juga merupakan ibadah yang dianjurkan pada bulan Muharram. Menyantuni anak yatim mempunyai keutamaan tersendiri salah satunya adalah mendapat balasan surga dan berdekatan dengan Rasulullah SAW.

Demikian beberapa alasan logis terkait larangan menikah di bulan Suro. Tapi sejatinya, tidak ada waktu terlarang untuk melangsungkan pernikahan. Jadi, jika memang kamu sudah merencanakan menikah pada bulan ini, dan semua persiapan sudah matang, ya, lanjutkan saja. Oke? Tetap semangat, ya!

baca juga: Alasan Bulan Haji Banyak Orang Menikah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

× chat kami