wedding couple changing wedding rings
Artikel,  Inspirasi

Asal-Usul Cincin Kawin Dipakai di Jari Manis

Cincin kawin atau cincin nikah sudah menjadi benda yang wajib ada dalam setiap pernikahan. Cincin kawin menjadi simbol ikatan pernikahan sepasang suami istri. Benda tersebut juga menjadi simbol komitmen bagi setiap orang untuk tumbuh bersama pasangan masing-masing.

Pada umumnya, cincin kawin dipakai di jari manis tangan kanan. Kebiasaan tersebut sudah menjadi tradisi yang dilakukan oleh masyarakat secara terus-menerus sehingga menjadi semacam kesepakatan sosial bersama. Nah, dipilihnya jari manis sebagai tempat melingkar cincin kawin pasti ada alasannya. Simak ulasan berikut, ya!

Bermula dari Zaman Romawi Kuno

man and woman holding hands

Penduduk zaman Romawi kuno percaya bahwa jari manis adalah satu-satunya jari di tangan yang memiliki pembuluh darah vena, yang langsung mengalir menuju jantung. Karena itu, memakai cincin kawin pada jari manis punya filosofi tersendiri.

Filosofi itu merepresentasikan cinta yang menghubungkan kedua jantung pasangan suami-istri yang berada dalam satu kehidupan yang sama. Vena tersebut disebut vena amoris atau vena cinta. Meskipun pada akhirnya ilmu medis modern membuktikan bahwa semua jari tangan memiliki vena yang terhubung langsung ke jantung, banyak orang tak menggubris ini. Karena filosofi yang diangkat oleh penduduk Romawi kuno ini dianggap cukup romantis.

Setiap Jari Disepakati Punya Fungsi Sosial

cincin kawin

Sebagaimana banyak kesepakatan sosial di masyarakat, setiap jari di tangan juga mempunyai fungsi sosialnya sendiri. Setiap jari mewakili sesuatu. Misalnya jari penunjuk adalah telunjuk, ibu jari sebagai lambang persetujuan, hal-hal bagus, dan melambangkan kebaikan. Dalam bahasa Inggris, jari manis disebut sebagai ring finger. Sedangkan dalam bahasa latin disebut sebagai digitus annularis atau jari cincin.

Jari manis mempunyai fungsi sosial sebagai jari hubungan. Jari manis ditetapkan sebagai jari cincin hubungan ditetapkan pada tahun 1549 di daerah Eropa. Keputusan sekitar 500 abad yang lalu ini akhirnya menyebar ke seluruh dunia dan menjadi semacam kesepakatan sosial bersama. Itulah kenapa hampir setiap orang yang sudah menikah di dunia memakai cincin kawin di jari manisnya.

Tangan Kanan adalah Simbol Kehidupan

cincin-kawin-

Banyak orang di sebagian besar negara meletakkan cincin pernikahannya di jari manis tangan kiri karena merupakan tangan yang jarang digunakan, sehingga cincin tersebut tetap aman terjaga. Berbeda dengan kebanyakan negara lain, Indonesia justru meletakkannya di jari manis tangan kanan, justru karena sering digunakan.

Tangan kanan adalah simbol kehidupan yang melambangkan kerja keras. Hal ini menandakan bahwa seseorang akan selalu teringat pasangannya dalam beraktivitas apapun karena cincin kawin melekat erat di jari manisnya.

Jari Manis Punya Dimensi Terukur

henna-cincin-kawin

Dari beberapa literatur, disebutkan bahwa jari manis punya ukuran dan dimensi tertentu. Itu berdasarkan kajian ilmu Antropometri. Antropometri, dalam antropologi fisik merujuk pada pengukuran individu manusia untuk mengetahui variasi fisik manusia.

Jari manis adalah jari yang bisa memiliki standar dimensi terukur dengan besar atau lebar jari lainnya di tangan yang bisa sangat bervariasi, jari manis punya standar ketebalan atau besar yang bisa diukur. Mungkin inilah sebabnya jari manis diciptakan, tubuh kita secara alami telah menyambut cincin pernikahan di jari manis. Ukuran besarnya cincin bisa kamu sesuaikan dengan ukuran jari manismu.

Filosofi Klasik: Sepasang Jari Manis Sulit Dipisahkan

cincin-kawin-wedding
MUA: Aini Oemah Manten. Foto: JM 12

Siapa yang belum pernah membuktikan bahwa sepasang jari manis sulit dipisahkan? Kalau ada yang belum pernah, simak caranya, ya. Pertama, rapatkan semua ujung jari kedua tanganmu. (kedua tanganmu dikatupkan). Lalu, secara bertahap, bukalah pasangan jari masing-masing. Lakukan satu persatu tanpa membuka pasangan jari yang lain secara bersamaan. Mulai dari ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, jari manis dan jari kelingking. Sudah? Nah, dari lima pasangan jari, jari manis adalah pasangan jari yang paling susah untuk dibuka lebar.

Secara filosofi (yang berasal dari Tiongkok), ini menandakan bahwa cincin pernikahan yang melambangkan cintamu dengan pasanganmu harus diletakkan di tempat yang susah terpisahkan. Dalam hal ini adalah jari manis kalian berdua. Memang ada yang bisa membuka jari manisnya dengan lebar, tapi tidak akan selebar pasangan jari lainnya, kecuali memiliki kelainan fisik tertentu.

Itulah beberapa sebab utama kenapa cincin pernikahan dipakaikan di jari manismu. Mulai dari jawaban filosofis, kebudayaan sampai medis ada dalam melatarbelakangi keputusan jari manis sebagai jari cincin. Semoga hubunganmu awet selamanya, ya!

baca juga: Buat Hari Indahmu Lebih Berkesan dengan Intimate Wedding.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

× chat kami