bibit bebet bobot
Artikel,  Konsultasi Pranikah

“Bibit Bebet Bobot” di Era Milenial

Banyak orang menganggap istilah “Bibit, Bebet, dan Bobot” di era milenial ini sudah kuno. Generasi milenial lebih terkesan individual, rasa percaya diri tinggi, cara-cara hidup lepas dari tradisi, lekat dengan teknologi. Jadi menjadikan Bibit Bebet Bobot di zaman sekarang ini sudah ketinggalan zaman. Benarkah demikian? Simak ulasan lengkapnya, ya!

Bibit adalah tentang asal-usul, latar belakang, bagaimana seseorang dididik dan dibesarkan; bebet  adalah penampilan yang merupakan gambaran lahiriah, sedangkan bobot artinya kualitas diri, termasuk keimanan, pendidikan, pekerjaan, kecakapan dan perilaku.

Istilah Bibit, Bebet, dan Bobot seringnya memang dianggap kuno, tapi kriteria 3B ini ternyata masih jadi hal yang releven di era modern seperti sekarang ini meskipun sudah berubah menjadi istilah yang lebih kekinian.

Bibit berubah menjadi Personality

Orang tua pada zaman dulu kadang menolak mentah-mentah pasangan kita karena berasal dari keluarga X. Entah alasannya apa, kadang tidak masuk akal. Di era modern seperti sekarang ini, makna Bibit sudah semakin luas. Tidak lagi terbatas pada mencari pasangan yang memiliki latar belakang keluarga terpandang saja, tapi banyak aspek yang ikut mempengaruhi lho.

Makna bibit kini telah bergeser bukan hanya soal keluarga. Makna bibit meluas ke arah perbedaan latar belakang dan kebiasaan yang bisa mempengaruhi atau bahkan memperkaya hubungan. Ini juga terkait erat dengan kepribadian atau personality seseorang. Personality yang dimiliki seseorang menjadi gerbang awal dalam munculnya ketertarikan. Mulai dari body language, gaya berpakaian, hingga keselarasan dalam perbedaan menjadi poin utama yang semakin membuat tertarik.

Bebet Bertransformasi jadi Habit

Salah satu hal yang bisa bikin mudah jatuh cinta dengan seseorang adalah sikap dan kepribadiannya. Betul apa betul?

Sikap dan perilaku sebagai salah satu perwujudan dari faktor Bebet memang salah satu ‘filter’ ampuh yang bisa menentukan seberapa jauh chemistry bisa tercipta di antara calon pasangan. Misalnya, seperti apa kepribadiannya selama bersama kamu, sikap yang ditunjukkan saat bersama teman dan keluargamu, atau bagaimana ia memperlakukan kamu sebagai pasangan.

Personality (bibit) yang baik memberikan pengaruh besar pada kecocokan hubungan. Jadi, sebelum melangkah ke jenjang hubungan yang lebih serius, pastikan kamu sudah cukup mengenal seperti apa sosoknya untuk meyakinkan diri kalau memang dia orang yang tepat untuk menjadi pasangan di masa depan.

Open Minded adalah Bobot

Hal terakhir yang juga menjadi pertimbangan dalam mencari pasangan adalah Bobot. Jika zaman dulu Bobot seringnya berkaitan dengan latar belakang apakah ia memiliki tingkat pendidikan tinggi, pekerjaan yang baik dan keuangan yang mapan, kini makna tersebut sudah bergeser lebih luas lagi.

Bobot sekarang lebih mengarah pada wawasan dan pemikiran yang luas untuk berpotensi membangun chemistry yang lebih dalam. Open minded.

Open minded atau berpikiran terbuka menjadi salah satu faktor yang bisa membuat kalian ‘nyambung’ karena bisa mendiskusikan topik apapun dengan lebih seru. Misalnya, minat atau hobi yang sama, saling berbagi rekomendasi musik dan film, atau berdiskusi tentang investasi dan topik lain yang sekarang lagi banyak diminati anak muda.

Cukup jelas baca ulasan tentang Bibit, Bebet dan Bobot, kan? Jadi, meski muncul dengan istilah yang lain, nyatanya penerapan bibit bebet bobot juga masih sangat relevan di era milenial ini. Ini menjadi bukti bahwa hubungan dengan pasangan seharusnya tidak untuk main-main. Ada filter dan pakem yang harus dilaksanakan agar hubungan bisa tetap awet dan langgeng.

baca juga: Kriteria Memilih Calon Istri dalam Islam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

× chat kami