menikah itu indah
Konsultasi Pranikah,  Seputar Hukum

Childfree, Menikah Tapi Tak Ingin Punya Anak, Bagaimana Hukumnya?

“Semoga cepat punya momongan, ya..!”

Demikian salah satu doa atau ucapan yang disampaikan oleh keluarga, kerabat atau tamu undangan kepada pengantin baru. Doa atau ucapan tersebut merupakan kebaikan karena salah satu tujuan pernikahan yakni memperoleh keturunan. Namun, di sebagian masyarakat Indonesia, ada konsep pernikahan yang berbeda 180 derajat dengan doa tersebut, yaitu Childfree.

Childfree merupakan istilah yang merujuk pada orang atau pasangan suami-istri yang memutuskan untuk tidak memiliki anak atau keturunan. Jadi, konsep ini dipilih secara sadar untuk tidak memiliki anak atau keturunan.

Bagaimana sebenarnya hukum dan sejarah munculnya konsep tersebut? Simak ulasan berikut, yuk!

Childfree adalah…

baby doll covered with white towel

Istilah Childfree dibuat dalam bahasa Inggris di akhir abad ke 20. Penganut konsep ini pada mulanya percaya bahwa membuat anak adalah suatu sikap tidak bermoral, dan dengan demikian (sesuai sistem kepercayaannya) menjebak jiwa-jiwa dalam tubuh yang tidak kekal.

Saat ini childfree diartikan sebagai hidup tanpa anak atau memiliki keturunan setelah menikah. Kondisi ini bisa terjadi berdasarkan dua jenis kemungkinan, yaitu kemandulan dari salah satu pasangan atau memang sudah menjadi pilihan hidup berdasarkan keputusan bersama.

Jika keputusan ini diambil karena kemandulan, pasangan tersebut berarti tidak mengejar perawatan untuk kembali mendapatkan kesuburan. Selain itu, mereka juga tak berencana untuk mengadopsi anak atau berusaha hamil secara alami.

Alasan Memilih Konsep Childfree

Beragam sudut pandang untuk tidak memiliki anak sehingga mengambil pilihan untuk tidak mempunyai anak setelah mereka menikah. Berikut ini sejumlah alasan mengapa pasangan memilih untuk childfree:

  • Faktor lingkungan
  • Tidak menyukai anak-anak
  • Tidak ingin stres karena anak
  • Tidak ingin gaya hidupnya terganggu
  • Merasa tenang dan damai jika hidup tanpa anak
  • Merasa kariernya akan terganggu jika mempunyai anak
  • Khawatir kehadiran anak akan merusak hubungan mereka
  • Tidak siap atau tidak mempunyai dorongan untuk menjadi orangtua
  • Menganggap bahwa punya anak akan membatasi kebebasan mereka
  • Tidak siap dengan tanggung jawab yang harus ditopang saat punya anak
  • Menderita penyakit mental yang tidak memungkinkan untuk membesarkan anak
  • Pengalaman traumatis di masa kecil yang membuat tidak mau menjadi orangtua
  • Merasa bahwa memiliki anak hanya akan menghabiskan energi untuk mengurusnya
  • Merasa tidak mampu untuk mengasuh anak, baik secara kemampuan maupun waktu
  • Memiliki masalah keuangan sehingga tidak memungkinkan untuk membesarkan anak dengan baik

Menjalani pernikahan dengan konsep childfree

silhouette photo of couple standing on beach watching sunset

Ada beberapa dampak kesehatan yang mungkin kamu rasakan saat menjalani pernikahan Childfree. Menurut sejumlah literatur, wanita tanpa anak berisiko mempunyai kesehatan yang lebih buruk di kemudian hari. Tidak hanya itu, kondisi ini turut meningkatkan risiko kematian dini.

Tidak memiliki anak juga dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker payudara. Ketika kamu hamil dan menyusui, risiko terkena kanker payudara akan berkurang karena adanya perubahan hormonal selama menjalani kedua fase tersebut.

Childfree dalam Tinjauan Islam

cincin-kawin-
foto by: JM Photo 12. MUA: Aini Oemah Manten

Konsep Childfree tidak pernah diajarkan dalam ajaran Islam. Hal ini sesuai dengan Firman Allah Ta’ala dalam QS. Ali ‘imran: 14 yang berbunyi: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, berupa wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”

Bayangkan, jika orang-orang pada zaman dulu menerapkan konsep ini. Kamu pasti tidak akan ada di dunia jika orang-orang terdahulu, termasuk orang tua kita memilih untuk childfree. Banyak sekali dalil yang berisi perintah agar umat manusia memiliki dan memperbanyak keturunan, sebab jumlah keturunan yang banyak adalah sebuah karunia. Anak telah dikaruniai banyak rezeki melalui orang tua yang melahirkannya. 

Masih banyak sekali dalil yang menyebutkan bahwa memiliki anak merupakan hal yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala. Salah satunya menerangkan bahwa anak merupakan amal jariyah yang paling berharga untuk mendoakan orang tuanya ketika sudah tiada kelak. Anak akan mengingat kita di saat orang lain melupakannya. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh, Allah benar-benar mengangkat derajat seorang hamba-Nya yang shalih di surga.” Maka ia pun bertanya, “Wahai Rabbku, bagaimana ini bisa terjadi?” Allah menjawab, “Berkat istighfar anakmu bagi dirimu.” (HR. Ahmad, Ibnu Katsir berkata, isnadnya shahih).

Konsep Islam Membangun Rumah Tangga

Foto: Alexa Ronny Purnomo

Islam sebagai agama memiliki konsep sendiri dalam membangun keluarga. Konsep tesendiri yang tujuan utamanya adalah untuk beribadah kepada Allah SWT yang sama sekali berbanding terbalik dengan konsep childfree yang berakar dari sekularisme.

Dikutip dari beberapa sumber, pendidik dan pemerhati isu Muslimah, Ustazah Elizabeth Diana Dewi  menyebutkan, bahwa, generasi saat ini harus lebih diberi pemahaman bahwa pernikahan adalah ibadah, bukan sekedar tindakan untuk menyenangkan diri sendiri.

Menikah disebutnya juga upaya untuk mempersiapkan generasi yang mewarisi kesalehan dan keimanan kepada Allah SWT. Perlu juga diingatkan kembali tentang ayat tujuan penciptaan manusia yang jika dipahami betul, konsep ini bahkan tidak akan terbenak sedikitpun.

Ustazah Elizabeth menyebutkan, orang tua sebagai pendidik utama bagi seorang anak harus membimbing dalam hal memilih pasangan untuk anak. Calon pasangan yang terpenting adalah orang yang mengajak kepada tujuan terpenting pernikahan, yakni ibadah di setiap aktivitasnya.

Mudahnya akses informasi saat ini membuat mudah juga ide atau pemahaman asing diketahui anak. Untuk itu, peran guru di sekolah-sekolah juga sangat penting untuk membimbing anak kepada pemahaman yang benar bagi seorang Muslim.

Demikian ulasan tentang konsep childfree. Meskipun setiap orang punya hak untuk memilih konsep hidupnya, tapi alangkah baiknya pikirkan dengan matang. Apapun konsep hidup yang kamu pilih, tentu saja kamu yang akan menjalankannya. Jadi, perlu banyak sudut pandang dan pertimbangan jika kamu akan memilih dan memutuskan sesuatu dalam hidupmu, ya!

baca juga: Asal-Usul Cincin Nikah Dipakai di Jari Manis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

× chat kami