hukum asal pernikahan adalah
Artikel,  Konsultasi Pranikah,  Seputar Hukum

Hukum Asal Pernikahan Adalah Mubah, Bisa Berubah Jadi Haram Lho…

Siapa yang tidak punya keinginan untuk menikah? Hampir semua anak muda pasti punya impian untuk membina rumah tangga. Sebab, pernikahan merupakan kebutuhan alami setiap orang. Dalam ajaran Islam, pernikahan merupakan bagian penting yang dibahas secara detail. Termasuk terkait dengan hukum asal pernikahan adalah mubah.

Penerapan hukum pernikahan itu mengacu pada tingkat kebutuhan dan kemampuan setiap orang dalam menegakkan kehidupan berkeluarga yang berbeda-beda. Dari tingkat kebutuhan tersebut, para ulama mengklasifikasikan hukum pernikahan menjadi beberapa kategori.

Berikut ini kami rangkum berbagai kondisi maupun penerapan hukum terkait pernikahan. Ini penting diketahui bagi kamu yang hendak menikah. Simak penjelasan berikut ini, ya.

Yang pertama, meski ulama mazhab Syafi’i mengatakan bahwa hukum asal pernikahan adalah mubah atau boleh, tapi bisa berubah menjadi haram dalam kondisi tertentu.

baca juga

Menurut sebagian ulama Mazhab Hanafi, Maliki dan Hambali, hukum melaksanakan pernikahan adalah sunnah. Akan tetapi menurut Zahiri, hukum asal pernikahan adalah wajib bagi orang muslim satu kali seumur hidup.

Meski demikian, tim Oemahmanten.id mencoba merangkum seputar permasalahan tersebut dengan mengacu pada Buku Pintar Pernikahan yang ditulis Abi Sahla dan Nurul Nazara. Dalam buku tersebut disebutkan bahwa ulama Sayyid Sabiq membagi lima kategori hukum menikah meski hukum asal pernikahan adalah mubah.

Nikah Wajib Hukumnya.

hukum asal pernikahan adalah
MUA: Aini Oemah Manten

Yaitu bagi orang yang telah mampu untuk melaksanakannya, nafsunya sudah tidak terkendali serta dikhawatirkan terjerumus dalam perbuatan zina. Sebab, memelihara jiwa dan menjaganya dari perbuatan haram adalah kewajiban dan tidak dapat dilaksanakan dengan sempurna kecuali dengan pernikahan.

Nikah mustajab atau sunnah.

Yaitu bagi orang yang telah mampu dan nafsunya pun sudah tidak terkendali. Tetapi dia masih sanggup mengendalikan dan menahan dirinya dari perbuatan haram (terjerumus ke dalam zina). Dalam kondisi demikian, menikah adalah solusi yang baik.

Nikah haram.

Hukum menikah bisa menjadi haram bagi orang yang secara sadar mengetahui bahwa dirinya tidak mampu memenuhi kewajiban hidup berumahtangga. Baik nafkah lahir seperti sandang, pangan, dan papan. Maupun nafkah batin seperti bergaul dengan istri, kasih sayang serta tidak mampu menyalurkan hasrat biologisnya secara sempurna.

Begitu juga pernikahan yang dilakukan dengan maksud untuk menganiaya, menyakiti dan menelantarkan pasangannya. Selain itu, syariat Islam juga mengharamkan pernikahan jika syarat sah dan kewajiban tidak terpenuhi atau sengaja melanggarnya.

Hukum asal pernikahan adalah mubah tapi berubah menjadi makruh.

silhouette photo of couple standing on beach watching sunset

Hukum menikah menjadi makruh dalam kondisi bagi orang yang tidak berkeinginan menggauli istri dan memberikan nafkah kepadanya. Orang tersebut makruh melaksanakan pernikahan karena akan merugikan pasangannya.

Nikah mubah.

man and woman holding hands
cincin kawin

Yaitu bagi orang yang tidak terdesak dengan alasan-alasan yang mewajibkan segera menikah dan tidak ada penghalang yang mengharamkan pernikahan.

Terlepas dari beberapa pendapat tentang hukum menikah tersebut, berdasarkan Alquran dan sunnah Rasulullah, Islam sangat menganjurkan bagi orang yang sudah mampu dan siap menikah, baik secara lahir maupun batin untuk segera melaksanakan ibadah yang dianjurkan tersebut.

Demikian ulasan seputar hukum pernikahan dalam Islam. Semoga bisa menjadi acuan untukmu dan pasangangmu dalam melaksanakan pernikahan, ya.

baca juga : Bibit bebet bobot dalam era milenial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

× chat kami