memilih istri
Artikel,  Konsultasi Pranikah

Inilah Kriteria Memilih Calon Istri dalam Islam

Jangan pilah-pilih dalam mencari pendamping hidup. Terkadang ada nasehat demikian yang kita dengar. Tapi tunggu, dalam memilih istri, tentu kita harus menerapkan prinsip pilah-pilih. Hal demikian juga diatur dalam Islam. Sebab, mencari calon istri pada hakikatnya bukan perkara mudah. Lantas, seperti apa konsep pilah-pilih yang diajarkan dalam Islam? Simak penjelasan berikut, ya..!

Dalam Buku Pintar Pernikahan yang diulas oleh Abu Sahla dan Nurul Nazara, disebutkan bahwa ada beberapa kriteria dalam memilih calon istri. Meski demikian, kriteria tersebut bisa dipertimbangkan, apakah harus tetap ada, atau kah harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi.

Taat beragama dan berakhlak baik

Seorang perempuan yang taat beragama dan berakhlak baik, hanya akan mendatangkan satu hal, yaitu kebaikan. Hal itu berbeda jika perempuan tersebut merupakan orang yang berharta, berparas cantik, atau punya kedudukan tinggi. Perempuan tersebut, bisa mendatangkan kebaikan, tetapi juga bisa mendatangkan kemudaratan. Namun, jangan salah paham, ya. Kriteria ini bukannya melarang memilih perempuan yang cantik, cerdas atau bermartabat dari keluarga terpandang. Hal tersebut diperbolehkan, tetapi yang faktor terpenting adalah memilih calon istri yang baik agamanya.

Disunnahkan Masih Gadis

Dalam ulasan di buku tersebut, dijelaskan, bahwa perempuan yang masih gadis lebih utama untuk dinikahi karena perempuan janda boleh jadi hatinya masih terikat dengan suami sebelumnya sehingga cintanya kepada suami barunya tidak tulus. Perempuan yang masih gadis belum pernah menjalin cinta dengan laki-laki manapun, jadi hatinya belum terikat. Meski demikian, bukan berarti menikahi janda merupakan perkara yang haram, ya.

Berasal dari keluarga baik-baik

Kondisi yang baik dari keluarga perempuan (mertua) cukup memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan akhlaknya. Hal itu juga kerap menjadi tolok ukur seorang perempuan. Perempuan yang tumbuh dalam keluarga baik-baik, maka dia pun akan mewarisi kebaikan. Perempuan yang taat beragama bisa memahami kondisi seorang suami.

Selain itu, keluarga baik-baik tersebut juga dicerminkan dengan adanya sifat qonaah, atau menerima dan bersyukur atas apa yang diberikan oleh Allah SWT. Sikap ini merupakan cerminan dari menerima apa adanya.

Cantik dan sejuk dipandang

Jujur ya, naluri setiap laki-laki pasti selalu mendambakan dan merindukan kecantikan. Jika dia tidak memperoleh kecantikan, seolah-olah ada sesuatu yang kurang. Oleh karena itu, Islam tidak melalaikan kecantikan sebagai faktor penting dalam memilih calon istri.

Itulah beberapa kriteria yang diulas di Buku Pintar Pernikahan karya Abu Sahla dan Nurul Nazara. Selain kriteria memilih calon istri, dalam buku tersebut juga diulas tentang kriteria memilih calon suami yang baik.

Simak ulasannya ya di sini

Kriteria Memilih Suami dalam Islam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

× chat kami