samawa artinya
Artikel,  Seputar Hukum

Samawa Artinya Apa Ya? Pengantin Baru Wajib Tahu

“Semoga samawa, ya.” Ucapan atau doa tersebut seringkali kita dengar dari para tamu undangan pesta pernikahan kepada pasangan pengantin baru. Samawa artinya sakinah, mawaddah, wa rahmah. Itu adalah seuntai kata yang menjadi impian dan dambaan setiap keluarga.

Sebenarnya konsep keluarga sakinah mawaddah wa rahmah dalam Islam bagaimana ya? Apakah konsep samawa bisa diukur dari tingkat kemesraan suami-istri? atau dari banyaknya harta benda dalam keluarga? Yuk, kita cari jawabannya dalam ulasan di bawah ini, ya.

Samawa Artinya…

samawa artinya
MUA: Aini Oemah Manten. Foto: Furqonmotret

Berikut penjabaran makna samawa. Sakinah berarti kedamaian, ketentraman dan keamanan. Maknanya yaitu pasangan suami istri senantiasa memiliki rasa damai, tentram dan aman dalam membangun sebuah rumah tangga. Tidak hanya suami istri saja, melainkan setiap anggota keluarga nantinya kelak.

Sementara itu, kata mawaddah berarti rasa sayang, cinta yang menggebu dan membara. Penerapan aspek ini dengan cara sederhana misalnya mendukung pasangan, saling berkorban dan memelihara rasa saling memiliki sebagai suami istri.

Rahmah mempunyai arti sebagai kasih, ampunan, rahmat, rezeki dan karunia Allah SWT. Kata tersebut diucapkan karena banyak doa dan harapan yang dipanjatkan dalam membina rumah tangga.

baca juga

Ciri-Ciri Keluarga Samawa

Dalam beberapa literatur, keluarga sakinah dimaknai sebagai keluarga yang setiap anggotanya membangun dalam dasar fitrah kemanusiaan.

Hal tersebut menjadikan diri sebagai manusia yang memiliki tanggung jawab atas kesejahteraan sesama manusia dan alam. Tujuannya yaitu menciptakan anggota keluarga yang aman, tentram dan bahagia. 

Berikut ada 5 ciri membangun keluarga sakinah, antara lain: 

Kekuatan atau kekuasaan dan keintiman (power of intimacy)

Suami dan istri memiliki hak untuk pengambilan keputusan yang sama, ini merupakan dasar untuk kedekatan hubungan.

Kejujuran dan kebebasan berpendapat (honesty and freedom of expression)

Setiap anggota keluarga bebas mengeluarkan pendapat, termasuk pendapat yang berbeda. Perlakuan terhadap mereka harus sama.

Kehangatan, kegembiraan dan humor (warmth, joy and humor)

Ketika di dalam keluarga ada kegembiraan dan humor, setiap anggota keluarga akan merasakan kenyaman satu sama lain. Keceriaan dan saling percaya adalah komponen penting kebahagiaan keluarga.

Keterampilan negosiasi dan organisasi (organization and negotiating)

Mengatur dan berbagi tugas serta melakukan negosiasi ketika berbeda pendapat. Mencari solusi yang terbaik adalah kuncinya.

Sistem nilai (value system)

Pedoman dalam berkeluarga adalah nilai moral keagamaan, dan memahami realitas kehidupan sebagai rambu-rambu dalam mengambil keputusan.

Buku Pintar Pernikahan

samawa artinya

Penulis Buku Pintar Pernikahan, Abu Sahla dan Nurul Nazara, menyebutkan bahwa ada 10 ciri rumah tangga yang samawa. Yaitu:

  • Rumah tangga didirikan dengan berlandaskan ibadah. Proses ini harus dimulai sejak awal proses pernikahan. Dari memilih pasangan, dan tujuan pernikahan yang tidak dikotori dengan niat yang tidak baik.

  • Nilai-Nilai Islam dapat diterapkan secara menyeluruh kepada setiap anggota keluarga. Ayah dan ibu wajib mengamalkan nilai-nilai kebaikan dan menanamkannya kepada ank-anak.

  • Hadirnya qudwah atau teladan yang nyata. Dalam hal ini adalah seorang suami yang menjadi teladan bagi istrinya. Dan juga ayah dan ibu yang menjadi teladan nyata bagi anak-anaknya.

  • Terbiasa saling menolong dalam menegakkan adab-adab Islam. Contohnya saling menasehati dalam kebaikan, dan mengingatkan jika ada anggota keluarga yang berbuat kesalahan.

  • Rumah terkondisikan bagi terlaksananya aturan Islam.Tercukupinya kebutuhan materi secara wajar. Bukan hanya soal sandang, pangan, dan papan, tetapi juga terkait dengan terpenuhinya pendidikan bagi istri dan anak-anak.

  • Rumah tangga dihindarkan dari hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.Anggota keluarga terlibat aktif dalam pembinaan masyarakat. Hal ini terkait dengan kepedulian terhadap lingkungan tempat tinggal agar bersama menciptakan masyarakat yang gemar berbuat kebaikan.

  • Rumah tangga dijaga dari pengaruh yang buruk.Setiap anggota keluarga harus diposisikan sesuai ajaran Islam. Yaitu, istri menghormati suami, suami menghargai dan menyayangi istri, adik menghormati kakak, kakak diajarkan untuk menyayangi adiknya. demikian seterusnya.

baca juga: Doa Memohon Kebaikan dalam Rumah Tangga

Demikianlah beberapa ciri-ciri keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah yang dapat diterapkan oleh pasangan pengantin baru maupun pengantin yang sudah lama menikah.

Dengan pengetahuan dan menerapkan konsep tersebut, semoga bisa membawa kecukupan lahir maupun batin di keluarga. Semoga informasinya bisa bermanfaat ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

× chat kami