nikah muda
Artikel

Inilah Alasan Orang Tua Jaman Dulu Nikah Muda

Siapa di antara kamu yang kalau berjalan dengan ibumu masih terlihat seperti kakak dan adik? Paras sama-sama cantik, tinggi badan tidak beda jauh, outfit? ya jelas keduanya masih seperti anak muda. Hal itu salah satu faktornya bisa jadi karena dulu ibumu nikah muda dengan bapakmu.

Misalnya dulu ibumu nikah muda pada usia 16 tahun, usiamu saat ini 20 tahun. Berarti usia ibumu sekarang belum menginjak kepala empat. Pada usia di bawah 40 tahun, ibumu pasti masih terlihat seumuran denganmu. masuk akal bukan?

Nah, orang-orang tua zaman dahulu menilai nikah muda merupakan hal yang lazim. Itu dilatarbelakangi oleh banyak hal. Sedangkan saat ini, nikah muda menjadi fenomena yang masih dipertentangkan. Banyak yang menilai menikah muda mempunyai beragam resiko. Meski kalangan pesohor negeri ini banyak yang melangsungkan nikah muda, tidak serta merta generasi muda saat ini ikut-ikutan untuk menikah di usia yang masih cukup belia.

Nah, justru ada kecenderungan anak-anak muda sekarang malah menikah di usia yang mendekati tua. Katakanlah mendekati kepala tiga atau justru di pertengahan usia 30an. Usia tersebut terbilang tua untuk kategori pernikahan jika dibandingkan dengan pernikahan pada zaman dulu.

baca juga: Mitos dalam Adat Pernikahan Jawa

nikah muda

Definisi Nikah Muda

Nikah muda berbeda dengan nikah di bawah umur atau pernikahan dini. Nikah muda kerap diartikan sebagai pernikahan pada usia kisaran 20 tahun. Pada usia tersebut, secara hukum negara, yaitu UU Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974, seseorang sudah diperbolehkan menikah. Batas usia pernikahan adalah 19 tahun. Sebelum ada undang-undang tersebut, pernikahan lazim dilakukan pada usia di bawah 17 tahun.

Menurut UNICEF, yang dimaksud dengan nikah muda adalah terjadinya ikatan pernikahan antara laki-laki dan perempuan saat usia salah satu atau keduanya baru menginjak 18 tahun atau kurang.

Nah, berikut ulasan terkait fenomena kenapa orang-orang zaman dulu menikah muda, sedangkan anak-anak muda zaman sekarang cenderung takut untuk nikah muda. Simak baik-baik, ya.

Antara Mati dalam Kondisi Bujang, dan Faktor Ekonomi

nikah muda

Pada awal-awal kemerdekaan RI, peperangan masih sangat mungkin terjadi. Itu membuat penduduk berusia muda harus ikut angkat senjata di medan juang. Kondisi tersebut bisa jadi memaksa mereka untuk menikah cepat agar nanti tak mati dalam kondisi membujang.

Berbeda dengan sekarang, kondisi ekonomi yang pas-pasan atau kepepet biaya hidup menjadi alasan masuk akal bagi anak-anak muda untuk menghindari pernikahan usia dini. Anak muda saat ini cenderung menjadikan kemapanan ekonomi sebagai faktor utama untuk menikah.

Konsep Banyak Anak Banyak Rezeki

3 women sitting on gray couch

Bagi orang zaman dahulu, menikah muda adalah sarana untuk memperbanyak keturunan. Itu karena semboyan ‘banyak anak, banyak rezeki’ masih dianut oleh mereka. Semakin muda usia pernikahan, maka semakin besar peluang untuk memperbanyak anak.

Kondisi saat ini? Anak-anak generasi sekarang jarang ada yang memiliki anak lebih dari tiga atau empat karena sudah tak lagi menerapkan konsep banyak anak, banyak rezeki.

Syarat Pernikahan Simpel

Saat ini, persyaratan pernikahan di luar syarat agama, cenderung cukup banyak. Kondisi ini bisa jadi merupakan salah satu penyebab mengapa kaum muda di Indonesia takut menikah muda. Selain alasan belum cukup lahir batin, seabrek persyaratan dari calon mertua terkadang menjadi batu penghalang bagi mereka. Harus punya pekerjaan mapan lah, harus punya penghasilan sekian, harus ini dan itu, dan beragam syarat lain yang sebenarnya tidak perlu menjadi hal yang memberatkan dalam pernikahan.

Hal itu berbeda dengan orang zaman dahulu. Jika cocok satu sama lain, mereka tak ragu untuk melangsungkan pernikahan. Kondisi pada masa itu yang serba terbatas atau bahkan kurang, menjadikan pernikahan sebagai solusi agar bisa menghadapi getirnya hidup bersama-sama.

Hampir Tak Ada Perselingkuhan dan Perceraian

nikah muda
foto: JM Photo 12

Nikah muda menjadi salah satu kambing hitam semakin maraknya perselingkuhan dan perceraian saat ini. Sebenarnya bukan masalah usia muda yang menyebabkan kedua hal tersebut. Tetapi faktor kesiapan dan kematangan mental pasangan yang akan menikah.

Pada kehidupan saat orang tua kita masih muda, perceraian dan perselingkuhan menjadi hal yang sangat tabu sehingga jarang terjadi. Selain itu, kesiapan dan mental generasi muda saat itu diyakini lebih mapan jika dibandingkan anak muda saat ini yang cenderung dimanjakan oleh kemajuan teknologi.

Faktor perkembangan teknologi dan kemudahan berkomunikasi dengan banyak orang bisa jadi merupakan salah satu faktor maraknya perselingkuhan dan perceraian saat ini.

baca juga: Doa Wajib untuk Pengantin Baru

Itulah ulasan tentang fenomena kenapa orang tua zaman dulu banyak yang menikah pada usia muda, sedangkan anak muda pada zaman sekarang enggan melakukannya. Pada dasarnya menikah usia muda punya banyak keuntungan maupun kekurangan.

Nilai plus atau keuntungan menikah usia muda antara lain bisa berjuang bersama pasangan dari nol dan menghindari perzinaan atau berpacaran terlalu lama. Sedangkan sisi negatif nikah muda antara lain masih minimnya pengetahuan rumah tangga dan kemampuan mengasuh anak sehingga rawan terjadinya goncangan (stress) maupun perceraian.

Menikah adalah salah satu tahap penting dalam kehidupan setiap orang. Proses menuju pernikahan membutuhkan persiapan dan kesiapan dalam banyak hal. Pastikan kamu sudah siap menikah, ada berbagai tanggung jawab dan konsekuensi dari pernikahan yang harus kamu hadapi dengan kematangan jiwa dan mental.

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

× chat kami