intimate wedding di Permata Inn
Artikel,  Konsultasi Pranikah

Manfaat Premarital Check Up bagi Calon Pengantin

Sebelum menikah, ada banyak persiapan yang harus dilakukan. Dan itu tidak hanya soal finansial saja. Pemeriksaan kesehatan pranikah atau premarital check up bagi pasangan calon pengantin juga perlu dilakukan.

Biasanya terkait kesehatan fisik, pasangan calon pengantin hanya bermodal saling percaya. Jangan jadikan alasan “mencintai apa adanya” sebagai pembenaran untuk tidak melakukan premarital checkup.

Melakukan premarital check up merupakan sebuah tindakan pencegahan yang wajib dilakukan untuk mencegah terjadinya permasalahan kesehatan pada diri sendiri, pasangan, maupun keturunan ke depannya.

foto by: Furqonmotret

Beberapa keuntungan melakukan pemeriksaan kesehatan pranikah antara lain:

  1. Mencegah berbagai macam penyakit pada calon bayi, seperti penyakit thalasemia, diabetes melitus, dan penyakit lainnya.
  2. Pemeriksaan pranikah dilakukan untuk mengenal riwayat kesehatan diri sendiri maupun pasangan, sehingga tidak ada penyesalan di kemudian hari, khususnya bagi riwayat keturunan yang dihasilkan.
  3. Membuat calon mempelai semakin mantap, lebih terbuka, dan lebih yakin satu sama lain mengenai riwayat kesehatan keduanya.

baca juga: Tinjauan Hukum dan Medis tentang Childfree; Menikah Tapi tak Ingin Punya Anak

Premarital Check Up Dilakukan Enam Bulan Sebelum Pernikahan

Venue: Permata Inn Slawi. Foto: JM 12 Photo. MUA: Aini Oemah Manten

Dalam Islam juga diajarkan pentingnya menjaga kesehatan fisik. Untuk mencapai keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah, salah satu faktor pendukungnya yaitu kondisi kesehatan fisik suami-istri.

Nah, premarital checkup atau tes kesehatan pranikah merupakan serangkaian tes yang harus dilakukan pasangan sebelum menikah. Di sejumlah negara, proses ini sudah menjadi persyaratan wajib bagi pasangan yang akan menikah. Hal tersebut dikarenakan tidak semua orang mempunyai riwayat kesehatan yang baik. Seseorang yang tampak sehat dapat dimungkinkan memiliki sifat pembawa (carrier) penyakit.

Dikutip dari situs Kementerian Kesehatan RI, waktu pelaksanaan pemeriksaan ini yang disarankan adalah 6 bulan sebelum calon mempelai menikah.

Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan genetik, penyakit menular dan infeksi melalui darah. Pemeriksaan bertujuan untuk mencegah agar penyakit tersebut tidak menurun pada keturunannya di kemudian hari sehingga hidup sehat bersama keluarga bisa tercapai.

Tahapan Premarital Check Up

Pemeriksaan Fisik secara Lengkap

premarital check up

Dikutip dari berbagai sumber, pemeriksaan premarital yang pertama terdiri atas pemeriksaan umum, yakni uji pemeriksaan fisik secara lengkap. Hal ini dilakukan karena umumnya status kesehatan dapat dilihat lewat tekanan darah. Umumnya, tekanan darah tinggi dapat berbahaya bagi kandungan sebab membuat tumbuh kembang janin dalam kandungan terhambat.

Selain itu, pemeriksaan premarital juga dapat mengetahui apakah pasangan tersebut mempunyai beberapa riwayat penyakit ataukah tidak, misalnya diabetes.

Pemeriksaan Penyakit Keturunan dan Kelainan Genetik

Mengetahui riwayat penyakit keturunan terkait genetik atau kelainan genetik masing-masing juga dapat membantu pasangan pengantin merencanakan kehidupan berkeluarga.

Pemeriksaan penyakit keturunan yang bisa kamu dapatkan saat premarital checkup adalah pemeriksaan keturunan diabetes, hipertensi, berbagai jenis kanker, penyakit jantung, kelainan darah genetik seperti thalasemia, dan lain sebagainya.

Dengan mengetahui risiko pasangan calon pengantin terhadap penyakit keturunan, maka dapat memulai perawatan lebih dini untuk mencegah perburukan penyakit di masa depan sekaligus mencegah masalah kesehatan atau keterbatasan pada calon anak nantinya.

Pemeriksaan penyakit menular

person in blue denim jeans with gray and black metal padlock

Meski kamu dan calon pasanganmu terlihat sehat-sehat saja, namun kamu perlu mengikuti tahapan pemeriksaan ini. Semua pasangan yang akan menikah perlu untuk melakukan tes ini. Apalagi, jika salah satu pasangan mempunyai riwayat penyakit infeksi dan menular. Sebab, beberapa penyakit infeksi menular tertentu bisa tidak menunjukkan gejala sama sekali atau tidak muncul selama bertahun-tahun sehingga mungkin tidak pernah disadari.

Penyakit menular seksual yang dapat terdeteksi pada premarital check up adalah hepatitis B dan C, klamidia, sipilis, serta HIV/AIDS.

Pemeriksaan ini sangat penting karena penyakit yang dapat terdeteksi tersebut tidak hanya dapat membahayakan kesehatanmu sendiri, tapi juga dapat menular kepada pasangan.

Selain itu, menjalani tes kesehatan sebelum menikah juga dapat mendeteksi infeksi menular yang bisa mempengaruhi kehamilan nantinya, seperti herpes, toxoplasmosis, rubella, dan cytomegalovirus.

Pemeriksaan organ reproduksi

person in blue pants lying on white surface

Pemerikaan ini berkaitan dengan kesuburan serta organ reproduksi untuk pria maupun wanita. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memeriksa kondisi kesehatan organ reproduksi diri sendiri dan pasangan.

Premarital Check Up untuk Pemeriksaan alergi

woman in red hijab sitting on bed

Walaupun seringkali dianggap sepele, melakukan pemeriksaan alergi sangatlah penting karena alergi yang tidak disadari dari awal dan tidak ditangani dengan tepat dapat berakibat fatal.

Tes alergi dalam rangkaian premarital check up bertujuan untuk menemukan ada tidaknya kecenderungan alergi pada apa yang Anda dan pasangan makan, sentuh, atau hirup.

Jika kedua pasangan sama-sama memiliki alergi, calon anak nantinya akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk menderita penyakit yang sama.

Itulah ulasan tentang premarital checkup yang perlu dilakukan oleh calon pengantin. Biasanya setiap pasangan calon pengantin cukup bermodal saling percaya terkait kesehatan. Tapi, sebaiknya perlu melakukan tes kesehatan pranikah demi kebaikan bersama.

baca juga: Daftar Rumah Sakit yang Melayani Premarital Check Up di Tegal dan Sekitarnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

× chat kami