nasihat pernikahan
Artikel,  Inspirasi

5 Nasihat Pernikahan Ustadzah Halimah Alaydrus

Untuk bisa memahami makna kehidupan, seseorang terkadang butuh nasihat dari orang lain. Seperti halnya dalam berumah tangga, setiap pasangan perlu mendapatkan nasihat sebagai bekal mengarungi samudra kehidupan. Salah satu nasihat pernikahan bermakna disampaikan oleh Ustadzah Halimah Alaydrus.

Kami merangkum nasihat menyejukkan dari Ustadzah Halimah Alaydrus dari berbagai sumber. Pendakwah yang pernah belajar di Kota Tarim, Hadramaut, Yaman tersebut mengajak para istri dan suami untuk memperhatikan beberapa hal dalam berumah tangga. Simak baik-baik, ya.

Pernikahan adalah Ikatan yang Kuat

man and woman holding hands

Ustadzah mengajarkan bahwa menikah adalah ikatan hati yang sangat kuat. Menurut Penulis buku Bidadari Bumi: 9 Kisah Wanita Salehah, bahwa dalam Islam, menikah adalah separuh dari agama. Hubungan pernikahan adalah ikatan yang sangat kuat.

Ikatan suami dan istri melebihi hubungan dengan orang tua, maupun hubungan dengan saudara.

Pendakwah wanita kelahiran Indramayu Jawa Barat tersebut menasihatkan kepada suami istri, buatlah rumah tangga menjadi berkah, yang menjadikan syariat Allah sebagai panduan, menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai panutan, serta menjadikan surga sebagai tempat akhir kebersamaan.

Tak Ada Lagi Kau dan Aku

Setelah menikah, menurut Ustadzah Halimah Alaydrus, sudah tidak ada lagi istilah kau dan aku. Semua hal menjadi urusan bersama atau kita. Semua menjadi hal yang tak terpisahkan.

Sebagai seorang istri, tidak boleh keluar rumah tanpa izin suami.

Puasa sunnah yang merupakan ibadah yang sangat dianjurkan, jika seorang suami tidak mengizinkan istri melaksanakannya, maka itu tak boleh dilakukan atau menjadi haram.

Cinta Punya Kekuatan yang Besar

Ustadzah Halimah menyebutkan bahwa pernikahan adalah ibadah yang berat. Hal itu salah satunya terkait kebebasan seorang istri yang harus dibatasi oleh ridlo suami.

Ustadzah yang sedang viral ini meyakinkan kepada para istri, ibadah pernikahan bisa dijalani dengan kekuatan cinta.

Menurutnya, dalam sejarah manusia, tidak ada kekuatan yang lebih besar dari cinta. Cinta seorang istri kepada suami, janganlah dilihat dari wajahnya, dari fisiknya, dari tatapan matanya, atau dari isi dompetnya. Melainkan cintailah dengan tulus.

Cinta yang tulus adalah mencintai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dengan pernikahan, perlahan suami dan istri akan mengetahui aib masing-masing. Jika masih dalam suasana bulan madu, semua hal akan semanis madu. Namun, setelah usia pernikahan berlalu bertahun-tahun, maka komitmen cinta akan diuji. Cinta yang tulus adalah cinta yang lengkap, mencintai kekurangan dan kelebihan masing-masing.

baca artikel terkait:

Memahami Makna Prioritas Keharmonisan

cincin-kawin-
MUA: Aini Oemah Manten. Foto: JM Photo 12

Dikisahkan, sepasang suami istri sedang berjalan di sebuah taman untuk menikmati langit malam yang cerah. Lalu terdengar suara kwek, kwek, kwek dari kejauhan. Sang istri menyebutkan kalau itu suara ayam.

“Itu suara bebek, sayangku,” bantah suaminya.

“Itu ayam, sayang.” Istrinya yakin itu suara ayam.

“Jelas-jelas suara bebek, masak dibilang ayam,” suaminya kembali membantah.

“Tapi itu suara ayam,” istrinya merengek.

Sang suami agak jengkel dengan istrinya. Dia yakin sekali itu suara bebek. Dia melihat istrinya masih keukeh dengan pendapatnya bahwa itu suara ayam.

“Itu bebek, titik.” suaminya marah.

“Tapi…itu, a..ayam,” sang istri mulai menangis karena suaminya tak mau menerima pendapatnya.

Sang suami melihat ujung mata istrinya yang basah. Dia menghela nafas panjang. Dia merenungi untuk apa wanita dihadapannya dia nikahi. Istri yang dia nikahi dengan segenap cinta. Dia tak seharusnya membiarkannya menangis. Tujuannya malam ini adalah menikmati pemandangan langit malam yang indah.

“Maafkan aku, sayang. Kamu benar, itu suara ayam.”

Wajah istri kembali cerah. Dia lalu menggandeng tangan suaminya.

“Terima kasih, sayang.”

Hal yang diperoleh dari sekelumit kisah di atas yakni cukup banyak pernikahan hancur karena urusan sepele. Bebek dan ayam tak lebih penting dari keharmonisan. Banyak perceraian yang terjadi lantaran hanya ribut memutuskan siapa yang salah antara bebek dan ayam.

Jangan Berhenti Berdoa

nasihat pernikahan

Ustadzah Halimah Alaydrus menasihatkan kepada setiap orang, khususnya kaum wanita untuk tidak berhenti berdoa. Menurut dia, Allah tidak akan melempar doa-doa yang dipanjatkan oleh hamba-Nya. Allah pasti akan mengabulkan setiap doa pada waktu yang tepat.

Jangan menjadi orang yang hanya berdoa sedikit saja. Melainkan jadilah orang yang sedikit-sedikit selalu berdoa. Oleh karena itu, Ustadzah Halimah menekankan kepada setiap muslim untuk tidak bosan berdoa karena Allah Maha Mengijabah.

Itulah lima nasihat pernikahan yang dirangkum dari sumber utama chanel youtube Ustadzah Halimah Alaydrus. Setelah kamu membacanya, yuk, mari fahami dan amalkan untuk mewujudkan pernikahan yang penuh dengan keberkahan.

baca juga: Tuntunan Malam Pertama Pernikahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

× chat kami