prewedding-melayu
Artikel,  Konsultasi Pranikah

Tips Menghadapi Godaan Menjelang Pernikahan

Sudah menentukan tanggal pernikahan, undangan nikah pun sudah siap dibagikan, tapi tiba-tiba kamu ragu terhadap pasangan. Perasaan bimbang seketika datang. Mau berlanjut, atau berhenti di tengah jalan. Kata orang, itu namanya godaan menjelang pernikahan.

Bismillah, yang kamu perlukan adalah tetap tenang. Kontrol emosi. Tambahkan kadar kesabaranmu, perbaharui kembali semangatmu untuk hidup bersama dengan pasanganmu.

Lantas, apalagi yang harus kamu lakukan? Sebelum melakukan langkah berikutnya, kamu harus memahami, bahwa sebenarnya ada banyak godaan menjelang pernikahan yang harus kamu waspadai dan sikapi dengan bijak.

Godaan Menjelang Pernikahan yang Mungkin Akan Kamu Alami

Dia Yang Namanya Tak Boleh Disebut Hadir Kembali

fogged window showing two person sitting

Ini bukan tentang Voldemort dalam film Harry Potter. Dia yang namanya tak boleh disebut adalah seseorang yang di masa lalu pernah menjadi bagian dari hatimu. Sebut saja mantan. Ingat, jangan pernah sebut namanya, ya. Sebab, seseorang ini biasanya akan kembali hadir dalam kehidupanmu. Dia akan menjadi godaan menjelang pernikahan yang kerap mengusikmu.

Ada Semut di Seberang Lautan Jadi Godaan Menjelang Pernikahan

prewedding gaun
MUA: Aini Oemah Manten. Foto: JMphoto 12

Seperti peribahasa, semut di pelupuk mata tak terlihat, sedangkan gajah di seberang lautan menjadi tampak jelas. Kekurangan pasangan yang selama ini kamu maklumi, tiba-tiba menjadi masalah besar. Padahal, semua orang mempunyai kekurangan. Termasuk kamu sendiri.

Keuangan Terbatas Menjelang Pernikahan

Keuangan yang terbatas seringkali menjadi beban pikiran setiap pasangan calon pengantin yang akan menikah. Kondisi seperti ini harus disikapi dengan bijak. Sebaiknya setiap pasangan mempunyai tabungan pernikahan sejak jauh-jauh hari.

Baca: Tips Menabung untuk Biaya Pernikahan

Keluarga Besar Tidak Kompak

two men playing chess

Keluarga besar juga kerap menjadi sumber godaan menjelang pernikahan. Kemauan atau keinginan keluarga calon suami dan keluarga calon istri terkadang tidak selaras sehingga membuat masalah baru. Kamu harus bersiap-siap menghadapi kondisi seperti ini. Meski terlihat sepele, namun harus tetap diwaspdai karena bisa memicu masalah yang lebih besar.

Tawaran Pekerjaan

Mungkin ini tidak dialami setiap orang. Tapi tawaran pekerjaan yang datang menjelang pernikahan bisa menjadi godaan tersendiri. Apalagi ini adalah pekerjaan yang kamu impikan sejak lama. Kamu bingung dan mungkin mengeluh: Kenapa baru ada tawaran sekarang? Nggak dari dulu?

Tawaran pekerjaan tersebut biasanya mengharuskan memilih di antara dua. Sebab, pekerjaan tersebut biasanya mengharuskan keterikatan untuk tidak menikah dalam kurun waktu tertentu. Atau bisa jadi mengharuskan kondisi dimana kamu tidak bisa melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat. Pilih karir? atau menikah?

Keraguan Datang Tiba-Tiba

MUA: Aini Oemah Manten. Foto: Furqonmotret

Perasaan ragu tiba-tiba datang tak diundang. Pikiranmu lebih banyak tersita untuk menimbang-nimbang banyak hal. Bisakah dia bisa menjadi suami yang baik? Betulkah dia akan menjadi seorang istri yang lembut dan penyayang? Apakah ini benar pernikahan yang kamu impikan? Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang memunculkan keraguan.

Hal-hal di atas merupakan sejumlah godaan menjelang pernikahan. Kamu harus siap untuk mengalami hal demikian. Lantas, apa yang harus kamu lakukan menghadapi kondisi demikian? Keep reading, ya.

Tips Menyikapinya

Niatkan Menikah untuk Ibadah

man in black jacket sitting on brown wooden floor

Sebagaimana ibadah lain pada umumnya, godaan pasti datang saat kamu akan menunaikannya. Saat akan bersedekah, ada bisikan “ah, uangku tinggal segini,” atau saat akan menunaikan ibadah shalat. “Ah, masih banyak waktu.”

Demikian juga dengan menikah. Pasti akan ada godaan yang datang. Untuk itu, setiap godaan yang datang, perlu kamu benturkan dengan prinsip bahwa menikah adalah ibadah. Ibadah tak boleh goyah oleh godaan apapun. Niat yang baik akan memudahkamu dalam mengatasi berbagai godaan menjelang pernikahan.

Tanamkan Prinsip Bahwa Menikah adalah Saling Menerima Kekurangan

Tak ada seseorang yang sempurna. Semua orang pasti memiliki kekurangan. Kamu, dan pasanganmu, memiliki kekurangan masing-masing. Kamu boleh fokus pada kekurangan tersebut selama menjadi bahan koreksi bersama untuk kemudian saling menerima. Selanjutnya, fokuslah pada kelebihan masing-masing. Menikah menekankan pada prinsip saling menerima. Menerima kelebihan, sekaligus kekurangan.

Persiapkan dengan Matang

Mempersiapkan pernikahan dengan matang akan membuatmu bisa mengatasi godaan atau ujian jelang pernikahan. Salah satu yang harus kamu pikirkan yaitu dana untuk pernikahanmu. Menyiapkan tabungan pernikahan adalah salah satu langkah yang baik. Kamu bisa menentukan jenis tabungan pernikahanmu sendiri. Menabung secara mandiri, atau lewat vendor pernikahan yang sudah terintegrasi dengan konsep menabung untuk biaya pernikahanmu nanti.

Jalin Komunikasi dengan Keluarga Besar Pasangan

Jika ada perbedaan keinginan antara keluargamu dengan keluarga pasanganmu terkait konsep pernikahan, sikapilah dengan bijak. Kamu dan pasanganmu penting menjadi juru bicara yang baik yang menghubungkan dua keluarga besar.

Komunikasikan perbedaan tersebut dengan bahasa yang damai dan bijak, tidak malah terkesan provokatif sehingga memicu perpecahan dua keluarga.

Perbanyak Berdoa

Shalat istikharah penting dilakukan sebelum kamu menentukan pernikahanmu. Setelah itu, mohonlah petunjukNya. Kamu juga perlu memantapkan hatimu dengan pilihan yang sudah kamu tentukan. Perbanyak berdzikir dan mengingat Allah agar hatimu selalu tenang dalam menghadapi berbagai godaan menjelang pernikahan.

Nah, sekarang kamu sudah mengetahui godaan-godaan apa saja yang mungkin akan kamu hadapi menjelang pernikahan, dan bagaimana cara untuk menyikapinya. Yang terpenting dari ulasan di atas adalah bagaimana agar kamu berprinsip bahwa semua masalah pasti ada jalan keluar. Bersama kesulitan selalu ada kemudahan. Ayo, kamu pasti bisa, semangat menikah, ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

× chat kami