samawa artinya
Artikel

Duhai Pengantin Baru, Inilah Ujian Pernikahan Lima Tahun Pertama yang Harus Dihadapi

Duhai, senangnya pengantin baru.

Lagu “Pengantin Baru” hampir selalu menggema di setiap pesta pernikahan. Lagu tersebut mencerminkan kebahagiaan sepasang suami istri setelah resmi menikah. Namun, pada lirik berikutnya, tersirat bahwa harus ada amanah yang dijaga, akan ada ujian pernikahan yang harus dihadapi.

Tinggalkanlah masa remajamu
Peganglah amanah dari Tuhanmu

Setelah menikah, kamu bukan lagi seorang remaja. Kamu sudah menjadi orang dewasa yang akan menjalani hidup bersama pasanganmu dalam sebuah ikatan agung. Ada amanah yang harus dijaga. Di dalamnya, tentu saja akan banyak ujian pernikahan.

Kata banyak orang, lima tahun pertama pernikahan adalah masa yang paling krusial bagi pasangan suami-istri. Pasalnya, kehidupan pernikahan yang masih tergolong “baru” menuntut adaptasi dan toleransi yang tingkat kesulitannya lebih menantang jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelum menikah.

Lantas, apa saja ujian pernikahan yang biasa terjadi di lima tahun pertama? Simak ulasan berikut ini, ya.

Finansial

black leather bifold wallet on white table

Masalah finansial merupakan ujian berat bagi pasangan suami-istri di lima tahun pertama pernikahan. Pasalnya, setelah resmi menikah, pasangan suami-istri akan mulai terbuka dengan kondisi finansial masing-masing. Ingat, masalah finansial cukup rawan untuk menjadi sumber pertengkaran pasangan.

Untuk mengatasi atau menghindari masalah ini, bicarakan dengan pasangan dari sebelum menikah. Bahas segala sesuatu menyangkut finansial mulai dari pemasukan dan pengeluaran, hutang dan piutang, dan hal lain yang perlu diketahui bersama. Kuncinya adalah komunikasi dan kejujuran dalam membicarakan hal ini.

Rencana Masa Depan

tradisi pernikahan

Ambil waktu khusus untuk membicarakan rencana masa depan. Tak ada orang lain, tak ada keluarga, orang tua, atau siapapun. Berdua. Iya, cukup berdua. Bicarakan baik-baik tentang ini. Alangkah baiknya, rencana masa depan juga sudah dicicil dibicarakan dengan pasangan sebelum menikah. Mulai dari cita-cita, keinginan, maupun rencana-rencana jangka pendek maupun jangka panjang.

Biasanya, rencana masa depan yang tidak dibicarakan sebelumnya menjadi sumber permasalahan dari hubungan suami-istri yang belum lama menikah. Misalnya saja seperti saat suami dan istri memiliki keinginan yang berbeda perihal jumlah anak yang ingin mereka miliki.

Kebiasaan Pasangan

person wearing teal and white Converse All-Star low-top

Menikah dengan pasangan pada prinsipnya adalah sikap menerima. Menerima berbagai kelebihannya, sekaligus menerima berbagai kekurangannya. Salah satunya yaitu terkait kebiasaan sehari-hari. Kebiasaan seseorang bisa tak sepenuhnya diterima oleh pasangan, lho. Kebiasaan ini meliputi banyak hal, mulai dari kebiasaan tidur, makan, kebersihan diri, dan lain-lain. Meski terlihat sepele, namun kebiasaan pasangan ini kerap menjadi perdebatan berkelanjutan bagi pasangan baru menikah.

Tak ayal karena kebiasaan pasangan mungkin saja belum terlihat sampai akhirnya tinggal bersama di satu atap. Kebiasaan pasangan menjadi semakin jelas karena setiap hari bertemu dengannya. 

Egoisme

man in gray crew neck long sleeve shirt standing beside woman in black crew neck shirt

Di semua tempat, di segala kondisi, egoisme adalah sumber pertengkaran. Ujian selanjutnya di tahun-tahun pernikahan adalah soal egoisme. Pasangan yang cenderung egois dan selalu ingin mendominasi dalam sebuah hubungan tentu menjadi masalah. Bahkan, hubungan tersebut bisa dikategorikan toksik dan tidak sehat.

Bukan hanya egoisme, altruisme atau sikap yang terlalu peduli dengan orang lain juga bisa menjadi cikal bakal permasalahan rumah tangga. Pasalnya, pasangan yang demikian biasanya jadi kurang memperhatikan dirinya sendiri. Ada beberapa pasangan yang tidak suka jika pasangannya menjadi demikian.

Hubungan Seksual

purple and orange tulips on white surface

Sssst, setelah menikah, ini bukan hal tabu yang dibicarakan berdua ya. Asal masing-masing mengetahui batas-batasnya dan adabnya. Perihal hubungan seksual juga bisa menjadi ujian permasalahan bagi suami-istri. Biasanya, banyak pasangan yang tak sejalan soal hal ini.

Masalahnya pun beragam, mulai dari gaya dan performa seks, frekuensi seks, improvisasi, dan hal lain yang memengaruhi kualitas hubungan suami-istri secara seksual. Ada baiknya untuk menjaga komunikasi yang baik untuk mengatasi permasalahan ini.

baca juga: Tuntunan Malam Pertama Pengantin Baru

Pola Asuh Anak

Hidup hanya berdua dengan pasangan dan mulai memahami satu sama lain, dilakukan pada tahun pertama pernikahan. Namun, ketika pasangan suami-istri memiliki anak pertama mereka, maka di sinilah ujian yang sebenarnya akan dimulai. Sebagai orangtua baru, setiap pasangan memerlukan banyak pembelajaran dalam merawat si Kecil.

Tidak jarang, keduanya dalam hal ini mempunyai pola asuh anak tersendiri yang dibawa dari kebiasaan keluarga. Untuk hal ini, harus ada toleransi bahwa setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anak mereka.

Konflik dengan Mertua

Ujian rumah tangga bukan hanya soal masalah internal saja, melainkan bisa juga datang eksternal. Seperti masalah yang terjadi karena konflik dengan mertua. Ini terutama terjadi bagi mereka yang tinggal berdekatan dengan orangtua salah satu pasangan.

Ada yang berpengalaman bahwa mertua kerap ikut campur dengan urusan rumah tangga anaknya, padahal itu adalah urusan mereka. Selain itu, ada juga yang pernah mengalami bagaimana terlalu diatur oleh mertua, hingga melakukan apapun jadi serba salah. Untuk menghadapinya, memang harus banyak bersabar dan komunikatif dengan mertua.

Baca juga: Alasan Harus Tinggal Terpisah dengan Ortu setelah Menikah

Karakter Keluarga

Setiap keluarga pasti memiliki karakter dan kebiasaan sendiri yang berbeda dengan keluarga lain. Oleh karena itu, penting untuk memahami karakter dan kebiasaan keluarga pasangan.

Hal ini bisa menyangkut adat dan istiadat, budaya, prinsip dan pandangan keluarga, dan berbagai hal lain yang biasanya menjadi pegangan hidup dalam sebuah keluarga. Apabila tidak dimengerti dan dipelajari dengan baik, maka biasanya perbedaan soal karakter keluarga ini bisa jadi masalah dalam kehidupan rumah tangga.

Perbedaan Prinsip Hidup

cincin-kawin-
MUA: Aini Oemah Manten. Foto: JM Photo 12

Setiap manusia pasti memiliki sudut atau cara pandang yang berbeda satu sama lain dan ini adalah hal yang wajar terjadi. Namun terkadang, perbedaan pandangan inilah yang bisa menjadi lahirnya permasalahan-permasalahan baru dalam sebuah hubungan.

Padangan yang berkaitan dengan prinsip hidup biasanya menjadi hal yang dipegang kuat-kuat oleh seseorang, sehingga ia berani memperdebatkan pegangan hidupnya tersebut. Jika pasangan suami-istri memiliki perbedaan pandangan tentang sesuatu hal, mereka bisa sama-sama belajar mengerti dan memahami bahwa perbedaan itu wajar dan tak harus disamakan.

Rasa Jenuh

Kemungkinan untuk jenuh dalam sebuah hubungan akan semakin besar ketika sudah berumah tangga, karena setiap hari bertemu dan melakukan rutinitas yang sama.

Jangan biarkan rasa jenuh menjadi pemicu hubungan yang tidak harmonis, temukanlah hal-hal yang dapat membuat hubungan semakin menyenangkan.

Pembagian Tugas Pekerjaan Rumah

Menikah sering diibaratkan sebagai bahtera rumah tangga. Untuk menjalankan sebuah bahtera, diperlukan kerja sama yang baik. Ingatlah bahwa pasangan suami istri adalah tim yang bahu membahu membangun keluarga harmonis termasuk dalam mengerjakan pekerjaan rumah.

Pekerjaan rumah bukan tugas istri saja tetapi juga suami. Oleh karena itu, di awal pernikahan sebaiknya sepakati bagaimana pembagian kerjanya.

Dengan begitu, satu sama lain tidak akan merasa si A bekerja lebih banyak dari si B.

Stres dan Beban Moral

Bagi pasangan yang harus mengemban tanggung jawab menjadi tulang punggung keluarga, tidak mudah memang untuk memisahkan urusan pekerjaan dengan urusan rumah tangga. Pasalnya, tiap ada permasalahan di tempat kerja, mungkin saja masalah itu masih dibawa ke rumah.

Padahal, bukankah rumah itu adalah tempat yang seharusnya memberikan rasa nyaman dan aman? Ujian rumah tangga ini bisa terjadi apabila pasangan tidak bisa mengontrol emosi, stres, dan beban moralnya sendiri, sehingga tak menutup kemungkinan ia bisa melampiaskan emosi negatifnya ke pasangan.

Cemburu

yellow and black smiley wall art

Cemburu tanda cinta. Demikian kata banyak orang. Namun, ujian kecil yang bisa menjadi besar dalam hubungan rumah tangga lainnya adalah kecemburuan pasangan. Hal ini mudah sekali untuk menjadi masalah besar apabila salah satu pasangan tipe yang cemburuan dan posesif.

Seseorang yang cemburu bisa jadi tak bisa mengendalikan emosi dan jadi curiga dengan pasangan. Padahal, kunci dari hubungan yang langgeng adalah sikap saling percaya satu sama lain. Apabila seseorang pernah merasakan cemburu, itu merupakan hal yang normal. Namun, perlu diingat cemburu yang tak beralasan itu tidak baik bagi sebuah hubungan.

Itulah beberapa ujian yang kerap datang saat lima tahun pertama pernikahan. Cukup banyak juga, ya. Sebenarnya masih banyak ujian lain yang bisa ada dalam lima tahun pertama pernikahan. Tapi ingat, kuncinya bukan untuk menakut-nakuti pada pengantin baru, ya. Daftar ujian ini ditulis sebagai langkah antisipasi agar kamu siap dengan berbagai ujian yang akan hadir dalam pernikahanmu. Sepakat?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

× chat kami